"Dan apabila seseorang dari mereka diberikabar dengan(kelahiran) anak perempuan, hitamlah(merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah, ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak,disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya, apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya kedalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah,alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu."
(QS.An Nahl:58-59)
Ayat diatas menerangkan tentang
nasib para bayi wanita ketika pada jaman jahiliyah kuno, sebelum dan dalam proses islam diturunkan kemuka bumi.
Sejarah menyebutkan zaman jahiliyah adalah zaman yang menghinakan kaum wanita sampai ke akar-akarnya, tidak ada peranan wanita kecuali menari-nari dihadapan sekelompok lelaki lajang atau hanya menjadi barang dagangan dan budak berian, rumah-rumah perzinahan marak di seantero negeri, manusia tenggelam dalam kehidupan hewaniyah yang bukan hanya perzinahan melainkan menyembah patung (berhala) berjudi dan meminum-minuman keras, sehingga hukum yang berlaku pada saat itu ialah hukum rimba:
"Barang siapa yang tidak mendzhalimi manusia maka ia akan dizhalimi."
itulah fatwa yang diberlakukan para pembesar angkuh dan sombong juga orang kaya pada zaman tersebut.
Orang-orang yahudi dan Nasharah kuno menganggab wanita sebagai pangkal kejahatan,sumber kesalahan dan dosa serta najis khususnya ketika pada saat sedang haid dan siapa yang menyentuhnya maka ia najis selama 7 hari.
Bangsa Romawi dan yunani kuno wanita tidak berhak melarang apalagi memerintah dan statusnya tidak lebih dari barang dagangan,wanita tidak berhak memiliki dan menggunakan hartanya dan harus tunduk kepada lelaki yang membelinya dan dapat diberikan/diwasiatkan secara cuma-cuma kepada lelaki lain.
Mesir kuno menganggap wanita hanya sebagai pelampiasan bagi nafsu semata,seorang raja pada masa itu memiliki ratusan selir bahkan mengawini anak kandung dari selirnya,jika bosan atau ada yang membuat kesalahan maka dikorbankan untuk sungai Nil,jika masih diminati kaum lelaki maka dijadikan penari tanpa busana.
Dicolombia kuno, lelaki yang mengawini wanita juga memperbolehkan mengawini saudari dari wanita tersebut.
Diperancis pada abad ke 5 sampai 11 masehi wanita dibawah kekuasaan lelaki yang membelinya, lelaki tersebut berhak membunuhnya jika wanita tersebut melakukan apa yang tidak disukainya, dengan mencampakkannya ke dalam api sebagai pengertian taubat disaat menghadapi kematian didalam api.
Masih banyak lagi perlakuan yang tidak manusiawi terhadap wanita dizaman jahiliyah kuno, seperti di asia khususnya cina kuno memperbolehkan menjual wanita/istrinya kalau laki-laki tersebut memerlukan uang, seorang istri tidak boleh makan bersama suaminya,ia hanya boleh memakan sisa-sisa suami dan berfungsi untuk menghibur tamu yang datang dari negeri jauh meskipun mereka semua menzinahinya.
Pada Arab kuno wanita-wanita hamil dijadikan barang taruhan dalam perjudian,rahimnya dibedah untuk mengetahui lelaki atau perempuan, bahkan sahabat umar bin khathab r.a pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya,karna yang berlaku pada saat itu ialah aib jika memiliki anak perempuan.
Setelah islam datang melalui Rasulullah saw menempatkan penghormatan yang amat luhur bagi kaum wanita,sebagai istri dan ibu pada kedudukan yang tinggi bahwa jannah (surga) ditelapak kaki ibu.
Namun alangkah bodohnya wanita zaman sekarang, kehidupan mulia yang dianugerah Allah swt melalui Rasulullah saw dalam islam dihancurkan sendiri oleh kaum wanita yang tidak peduli dengan eksistensi dan esensinya dalam syariat islam.
Pada zaman jahiliyah kuno wanita memakai pakaiyan seadanya hingga menjadi dihinakan dan diperlakukan layaknya binatang,lalu datanglah islam dengan perintah berhijab agar lebih mulia dan juga dipandang sebagai manusia serta selamat dunia dan akhirat.
Namun lihatlah pakaiyan serta pergaulan wanita saat ini?? ketika tubuh mereka dapat dinikmati banyak orang dan justru wanita tersebut bangga karna merasa banyak yang mengagumi keindahan dan kecantikannya,padahal kesemuanya itu hanyalah suatu yang fana dan akan luntur karna usia atau kematian, sedangkan kemuliaan nya terletak pada sifat, prilaku dan akhlak yang dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.
Duhai wanita kasihanilah dirimu serta keluarga mu,jangan engkau memilih kembali diperlakukan layaknya hewan pada zaman jahiliyah,apabila engkau tetap membuka aurat mu dan bebas dalam bergaul dan bermaksiat serta berzinah.
Naudzubillahimin dzalik.
"Barang siapa yang mengerjakan amal shalih,baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik,dan sesungguhnya kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS.An Nahl:97)
taukah kalian wahai wanita! Bila kalian beriman akan menjadi semulia-mulianya manusia.
Semoga bermanfaat
insya Allah.
Aamiin......
